Motion Graphis: Memahami Anak yang Dilacurkan

posted in: Video | 0

Para aktivis hak-hak anak menggunakan istilah “Anak yang Dilacurkan” (child prostituted) adalah istilah yang digunakan oleh para aktivis hak anak sebagai pengganti istilah “pelacur anak” atau “child prostitutes”. Istilah ini merujuk pada subyek—yakni anak-anak yang terlibat dalam prostitusi—dan sengaja dipilih untuk memberikan tekanan pada bobot yuridis dimana seorang anak, berbeda dari orang dewasa, harus dianggap tidak punya kemampuan untuk memilih prostitusi sebagai profesi. Dengan demikian, istilah ini menegaskan posisi anak sebagai korban, bukan pelaku; sekaligus menegaskan bahwa tindakan menjerumuskan anak kedalam pelacuran merupakan suatu kejahatan.

Istilah “Pelacur Anak” atau “Pekerja Seks Anak” (child Prostitutes) dihindari untuk menyebut anak-anak yang berada dalam prostitusi karena itu berkonotasi negatif yang mengimplikasikan adanya elemen consent. Sedangkan anak-anak karena posisinya dinilai belum dapat memberikan persetujuan memilih pekerja seks sebagai profesinya. Namun istilah “Pelacuran Anak” (child Prostitution) tetap digunakan untuk menyebut situasi dimana anak-anak terlibat dalam pelayanan jasa seks komersial.

Sebagai upaya untuk memberikan pemahaman dasar seputar anak yang dilacurkan, Yayasan SAMIN telah memproduksi Motion Graphis. Media ini diharapkan dapat mempermudah orang untuk memahaminya, dan diharapkan semakin banyak orang terlibat dalam upaya pencegahan, menghilangkan stigma terhadap mereka dan terlibat mendukung upaya pemulihan dan re-integrasi sosial.

Selamatkan Anak-Anak Indonesia!

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *