Anak Berkarya, Berbicara Tentang “Aku Berdaya”

posted in: Kampanye | 0
Penghargaan terhadap pemenang lomba diberikan oleh Mohammad Hanif Dhakiri, Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia (28/8/18)

 

Menyambut Hari Anak Nasional 2018, Yayasan Sekretariat Anak Merdeka Indonesia (SAMIN) telah menyelenggarakan Lomba Karya Esai dan Film Pendek dengan tema: “Aku Berdaya: Lepas dari Eksploitasi Seksual Komersial Anak”. Pengumuman tentang lomba itu telah disebarluaskan sejak bulan Mei, dan terbuka bagi siapa saja sejauh masih dalam batasan umur anak.

“Aku Berdaya, ini kami tonjolkan bahwa anak-anak yang berada dalam situasi buruk, tetap memiliki daya juang untuk keluar dari situasi buruknya itu. Jadi, yang akan dieksplorasi adalah perjuangan anak-anak tersebut, bukan mengeksplorasi situasinya,” demikian keterangan dari Hari Adi Adhana selaku penanggung jawab lomba.

Penyelenggaraan lomba ini menjadi bagian dari Program Peduli yang dilaksanakan oleh Yayasan SAMIN bersama lima mitranya di lima kota/kabupaten yang terfokus pada isu anak yang dilacurkan.

Kendati jumlah peserta tidak seperti yang diharapkan, panitia berhasil memilih tiga terbaik dari karya esai dan tiga terbaik dari film pendek.

Tim juri lomba karya esai yang terdiri dari Bambang Murijanto Bagus KA, Veronica Purwaningsih, dan Arief Winarko memutuskan tiga terbaik lomba karya esai adalah:

  1. Ardita Gustina, yang berasal dari kota Bandar Lampung dengan karyanya “Aku Berdaya:Lepas dari Eksploitasi Seksual Anak.
  2. Zulfa Salsabalila dari kota Yogyakarta dengan karya “Lilin Kecil: Sebuah Kisah Tentang Sahabat yang Menjadi Korban Eksploitasi Seksual), dan
  3. Nismara Paramayoga dari Kabupaten Klaten dengan karya “Galang Kekuatan, Ayo Bereskan ESKA!

“Bagus cara mengungkapkan  gagasannya dan relevan dengan tema,” demikian komentar Bambang  terhadap tulisan Zulfa Salsabila.

“Mengalir dan sangat rapi antar paragraf, termasuk ejaannya.  Kaya sumber dan bahkan melakukan survey” komentar Veronica Purwaningsih terhadap Nismara Paramayoga.

Sedangkan terhadap karya Ardita Gustina, ketiganya memberikan penilaian yang baik: sangat sederhana, berangkat dari kisah nyata dan inspiratif.

Kepada masing-masing pemenang lomba karya esai, mereka berhak mendapatkan Piagam Penghargaan dan dana pembinaan sebesar Rp. 2.500.000 (dua juta lima ratus ribu rupiah).

 

Para pemenang bersama Odi Shalahuddin (Direktur SAMIN), Nathalia Warat (The Asia Foundation), Bambang Murijanto (perwakilan tim Juri) dan Ghafur Dharmaputra (Plt Deputi Perlindungan Anak Kemenko PMK)

 

Sedangkan tim juri lomba film pendek yang terdiri dari Fanny Chotimah, Wiyadi dan Odi Shalahuddin, berdasarkan penilaian ketiganya, terpilih tiga terbaik adalah:

  1. “Blur” karya team film Consciousness dari Kabupaten Sleman
  2. “Aku Berdaya” karya Komunitas Anak Kecamatan Cidadap, kota Bandung
  3. “Pokoke Ora!” karya Geget Nyala Api dari Kota Yogyakarta

ketiga juri memberikan pujian terhadap film “Blur” yang dinilai sebagai film pendek dengan alur dan teknik yang rapi. “Dari segi teknis sudah lumayan rapi, begitupun narasi cerita  meski masih diantarkan narator, masih jauh lebih baik daripada memberi teks yang menceritakan adegan,” komentar Fanny Chotimah.

Masing-masing pemenang berhak mendapatkan piagam penghargaan dan dana pembinaan sebesar Rp. 4.500.000 (empat juta lima ratus ribu rupiah). Berdasarkan kesepakatan penyelenggara dan tim juri, diputuskan ada dana pembinaan tambahan sebagai apresiasi dari tim juri sebesar Rp. 1.500.000 (satu juta lima ratus ribu rupiah) yang diberikan kepada Team Film Consciousness. “Apresiasi ini diberikan melihat kesungguhan team tersebut di dalam proses pembuatan film-nya”

Pemberian penghargaan kepada seluruh pemenang terbaik dilakukan oleh Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Mohammad Hanif Dhakiri, selasa, 28 Agustus malam, bersamaan dengan acara peluncuran buku dan film pendek dari Yayasan SAMIN.

Keesokan harinya, Rabu, 29 Agustus, di sela pembukaan acara Seminar Nasional “Inklusi Sosial bagi Anak yang Dilacurkan” pemberian hadiah secara simbolis diberikan oleh Nathalia Warat, Deputi Team Leader Program Peduli (The Asia Foundation) kepada pemenang terbaik lomba karya esai, dan oleh Ghafur Dharmaputra (Plt Perlindungan Anak Kemenko PMK) kepada pemenang terbaik lomba film pendek. Sedangkan apresiasi juri diserahkan oleh Bambang Muryanto.

Indra Herlambang mengajak para pemenang ber-wefie

 

Pada kesempatan pemberian dana pembinaan, Indra Herlambang yang membawakan acara menyempatkan diri berdialog dengan para pemenang tentang kandungan karya yang dibuat oleh mereka. Setelah memberikan selamat dan pujian kepada para pemenang, Indra mengajak mereka untuk ber-wefie ria.

Selamat kepada para pemenang, semoga tetap berkarya!

(Odi Shalahuddin)

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *