Merlyn Sopjan Berharap Kaum Waria di Sumbar Bisa Berkarya

posted in: Uncategorized | 0

Covesia.com – Aktivis kesetaraan hak-hak kelompok waria Merlyn Sopjan berharap agar kaum waria di Sumatera Barat (Sumbar) bisa berkarya dan bermanfaat bagi orang- orang disekitarnya.

“Dan terus berkarya dan jadi manfaat untuk orang- orang sekitarnya,” kata Merlyn saat dikonfirmasi Covesia.com, Jumat (27/4/2018).

Selain itu, pemenang Ratu Kecantikan Putri Waria Indonesia 2006 ini juga menghimbau agar para waria bisa menyadari perilaku beresiko sex yang bisa menimbulkan penyakit berbahaya.

“Semoga semakin menyadari untuk menghindari perilaku beresiko yang akan menimbulkan penyakit. Melakukan sex aman,” pungkas dia.

Sebelumnya, terkait jumlah waria yang cukup tinggi di Sumbar, Ketua Yayasan Sekretariat Anak Merdeka Indonesia (SAMIN) Odi Shalahuddin meminta agar Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Sumbar bisa membuka ruang sektor ekonomi bagi kaum Waria. Ini bertujuan agar mereka tak lagi mencari penghasilan di jalan.

“Pada kasus Waria, saya kira, Pemda perlu untuk membuka ruang bagi mereka untuk dapat berperan dalam sektor ekonomi. Sehingga, keberadaan mereka tidak menonjol di jalan-jalan,” kata Odi Shalahuddin kepada Covesia.com.

Menurut Odi, kecenderungan yang menjadi persoalan bagi Pemda adalah hadirnya para waria yang berkegiatan di jalan-jalan, untuk mencari uang guna mempertahankan kehidupannya.

Odi menjelaskan, ruang tersebut bisa berupa tempat pelatihan atau tempat mereka untuk bekerja. “Selama ini kegiatan yang dikembangkan hampir serupa salon. Tapi bagaimana juga mengembangkan pada sektor-sektor real lainnya,” terang dia.

Selain itu, kata Odi, Pemerintah Daerah juga perlu untuk memberikan perlindungan kepada mereka, agar tidak menjadi korban persekusi dari kelompok masyarakat lain.

Seperti diketahui, hasil penelitian studi pemetaan prilaku LGBT di Sumbar menunjukkan Lelaki Suka Lelaki (LSL) dan jumlah waria  mencapai 2.501 orang.

Parahnya pelanggan waria justru mencapai 9.024 orang. Ini merupakan jumlah estimasi LGBT di tahun 2018.

Data dari Perhimpunan Konselor VCT HIV Indonesia (PKVHI) Sumbar tersebut bisa menjadi acuan begitu parahnya kondisi mental anak muda saat ini, terlebih lagi saat sekarang tren penyebaran HIV/AIDS tidak menggunakan jarum suntik tetapi melalui perilaku menyimpang LSL dan waria.

(jon)

Sumber: https://www.covesia.com/news/baca/52735/merlyn-sopjan-berharap-kaum-waria-di-sumbar-bisa-berkarya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *