Pemerhati Hak-Hak Anak Minta Kasus Kekerasan Seksual Dituntaskan

posted in: Pemberitaan Media | 0

INFONAWACITA.COM – Sebanyak 101 organisasi, lembaga dan pemerhati hak-hak anak dari berbagai kota mendesak Polda Kalimantan Timur menuntaskan kasus kekerasan seksual terhadap anak yang dilakukan seorang mahasiswa yang aktif di berbagai organisasi yang banyak melibatkan anak-anak dari berbagai kota.

“Kasus ini merupakan pukulan berat bagi para pegiat hak-hak anak. Ini menjadi refleksi bersama untuk secara ketat menerapkan kebijakan perlindungan anak,” kata pegiat hak anak dari Yogyakarta, Odi Shalahuddin di Jakarta, Selasa (5/12).

Odi mengatakan anak-anak yang terlibat dalam kegiatan dan forum-forum di tingkat lokal hingga nasional harus merasa aman, nyaman, dan terlindungi. Karena itu, harus ada prosedur dan mekanisme yang jelas dan tepat bila terjadi pelanggaran.

Dukung Polda Kalimantan Timur

Karena itu, 101 organisasi, lembaga dan pemerhati anak dari berbagai kota di Indonesia memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Polda Kaltim yang telah menangkap tersangka dengan cepat pada Kamis (16/11) di Yogyakarta.

Mereka juga mendorong Polda Kaltim untuk segera mengungkap dan menuntaskan kasus itu hingga ke peradilan untuk memberikan keadilan dan kepastian hukum bagi korban dan keluargnya.

Terhadap permintaan penangguhan penahanan yang diajukan pelaku, 101 organisasi, lembaga dan pemerhati anak meminta Polda Kaltim agar tidak mengabulkan karena kasus kekerasan seksual terhadap anak merupakan kejahatan luar biasa.

Mereka juga meminta kepolisian agar mengembangkan penyidikan kasus itu untuk menemukan kemungkinan korban lain sehingga bisa segera ditangani.

Hal itu mengingat pelaku pernah menjadi fasilitator anak tingkat nasional yang memiliki akses langsung kepada anak dan memimpin organisasi lingkungan hidup yang memiliki perwakilan di berbagai kota.

Terkait kasus hukum tersebut, mereka mendesak Polda Kaltim untuk mengenakan Pasal 82 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan terhadap Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak yang menambah sepertiga ancaman pidana karena pelaku adalah fasilitator anak yang mendampingi anak-anak berkegiatan.

Pelaku yang berinisial PDW ditangkap tim gabungan Polda Kaltim dan Polda Daerah Istimewa Yogyakarta pada Kamis (16/11) di Yogyakarta.

Polda Kaltim menyatakan telah ada sembilan korban berusia 12 tahun hingga 17 tahun yang tersebar di Balikpapan, Samarinda, Tarakan dan Palu yang merupakan anggota organisasi yang dipimpin PDW. (ANT/HG)

Sumber: https://infonawacita.com/pemerhati-hak-hak-anak-minta-kasus-kekerasan-seksual-dituntaskan/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *