Tentang Pernikahan Anak

posted in: Kampanye | 0
Odi Shalahuddin (Dok. SAMIN)

Pernikahan anak telah menjadi sorotan dari berbagai pihak. Sebagai organisasi yang terfokus bekerja pada isu hak-hak anak, Yayasan Sekretariat Anak Merdeka Indonesia (SAMIN), tentu saja menentang adanya pernikahan anak. Ada berbagai faktor yang mempengaruhi terjadinya pernikahan anak seperti faktor sosial, budaya, agama, politik dan sebagainya.

Odi Shalahuddin, Direktur SAMIN menyoroti tentang peraturan perundangan yang terkesan melegalkan adanya pernikahan anak. “Ketentuan peraturan perundangan kita masih mengatur adanya pernikahan anak, seperti anak perempuan sudah dapat menikah pada umur 16 tahun. Berarti negara melegalkan adanya pernikahan anak. Gerakan masyarakat sipil untuk meningkatkan batas umur seseorang dapat menikah, mengalami kegagalan di MK,”

Menangggapi benyaknya pernikahan anak dengan alasan agama, Odi Shalahuddin menyatakan bahwa ia tidak memahami terlalu dalam mengenai agama. Tapi dari beberapa diskusi ke orang yang ia anggap paham soal agama, kematangan masih dilihat hanya pada kematangan seksual. “Belum dilihat kematangan secara keseluruhan. Kematangan mental dan psikologisnya, kematangan ekonomi, dan kematangan sosial. Jadi maknanya dipersempit hanya semata-mata kematangan seksualnya saja. Seharusnya yang menjadi pertimbangan adalah kematangan seseorang sebagai manusia secara utuh.”

Demikian petikan wawancara SBS Radio Australia dengan Odi Shalahuddin yang dilangsungkan pada tanggal 3 Pebruari 2018. Wawancara audio selengkapnya dapat didengar DI LINK INI 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *