Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat di Kabupaten Sleman

posted in: PATBM | 0
Buku Pedoman

Hasil penelitian Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia di tahun 2015 tentang praktik-praktik baik perlindungan anak yang dilakukan oleh masyarakat, di empat wilayah yakni Jawa Barat, Jawa Tengah, NTT dan Bengkulu, menjadi dasar dikembangkannya suatu program bernama Gerakan Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM).

Inisiasi Gerakan PATBM dimulai sejak 2016 dan diterapkan di 136 desa/kelurahan di 68 Kab/Kota di 34 provinsi dengan jumlah fasilitator daerah sebanyak 238 orang. Selanjutnya ada 18 provinsi yang telah melakukan replikasi PATBM sebanyak 116 Desa/kelurahan di 39 Kab/Kota.

Kabupaten Sleman, menjadi salah satu Kabupaten yang menjadi wilayah proyek percontohan KPPPA dalam pengembangan Gerakan PATBM yang dipusatkan di Desa Mororejo Kecamatan Tempel dan Desa Trihanggo Kecamatan Gamping. Pemerintah Kabupaten Sleman menyambut baik proyek rintisan ini dan menilai hasil yang dicapai sangat efektif dalam upaya perlindungan anak. Oleh karena itu terbit keinginan kuat untuk mereplikasi Gerakan PATBM di seluruh desa di Kabupaten Sleman.

Langkah awal yang dilakukan adalah mempersiapkan Petunjuk Teknis tentang PATBM yang dapat mudah dipahami oleh masyarakat. Untuk kepentingan ini Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) mempercayakan kepada Yayasan Sekretariat Anak Merdeka Indonesia untuk penyusunan Juknis tersebut. Buku tersebut berhasil diselesaikan pada akhir tahun 2017.

Melalui Keputusan Kepala DP3AP2KB nomor 101/Kep.Kadin/2017 tentang Pedoman Pengembangan Gerakan Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat “PATBM Sumringah”, maka buku yang telah disusun menjadi pegangan awal bagi pemerintah desa dan aktivis masyarakat yang diharapkan menjadi inisiator dan penggerak bagi berdiri dan berkembangnya Gerakan PATBM yang berfungsi efektif dalam perlindungan anak di wilayah mereka sendiri.

(odi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *