Menteri Tenaga Kerja Hadir dalam Launching Buku dan Film Pendek

posted in: Kampanye | 0
Mohammad Hanif Dhakiri, Menteri Ketenagakerjaan RI saat memberikan Orasi Budaya tentang Penghapusan Pekerja Anak di Indonesia

 

Mohammad Hanif Dhakiri, Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, turut hadir dalam acara peluncuran “Buku dan Film Pendek” yang diselenggarakan oleh Yayasan Sekretariat Anak Merdeka Indonesia (SAMIN), 28/8 18, di Redtop Hotel, Jakarta.

Ia sempat menyaksikan pementasan lagu Anti ESKA dan performance yang memukau dari Kerensa seorang seniman dari Australia yang telah lama tinggal di Indonesia yang menampilkan karya Anak “Itu Bukan Saya” dengan durasi sekitar 25 menit.

Pada malam itu, Hanif Dhakiri berkenan memberikan penghargaan kepada para pemenang lomba penulisan esai dan film pendek, dan dilanjutkan dengan Orasi Budaya mengenai peranan Kementerian Ketenagakerjaan dalam upaya Penghapusan Pekerja Anak di Indonesia.

Dikatakannya bahwa untuk melindungi pekerja anak pemerintah telah meratifikasi Konvensi ILO No. 138 tentang Usia Minimum Untuk Diperbolehkan Bekerja dan Konvensi ILO No. 182 Tentang Larangan dan tindakan Segera Penghapusan Bentuk-Bentuk Pekerjaan Terburuk Untuk Anak.

“Masih banyak pekerja anak yang terjebak dalam pekerjaan terburuk. Kerjasama dan sinergi pemerintah dengan entitas masyarakat sipil dan semua pihak yang peduli  sangat penting untuk selamatkan masa depan anak Indonesia. Mereka harus terus dipastikan mendapat pendidikan yang baik dan berada dalam lingkungan sosial yang sehat, yang bisa buat mereka kembangkan diri dan potensinya untuk bangsa,” seru Hanif Dhakiri.

Ia juga menyatakan terima kasih kepada segenap elemen masyarakat yang sudah berbagi karya dalam menangani pekerja anak, “Termasuk sahabat-sahabat lama saya dari  Yayasan SAMIN (Sekretariat Anak Merdeka Indonesia) yang terus memberikan pendampingan intensif kepada anak-anak Indonesia”.

Pada kesempatan tersebut, Hanif Dhakiri sempat menyanyikan lagu “Aku Anak Indonesia” karya Yayak Iskra, salah seorang pendiri Yayasan SAMIN. Lagu tersebut sangat akrab di telinga dan sering dinyanyikan oleh para aktivis 1980-1990-an. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *