Lokakarya Praktik Cerdas Program Peduli Pilar Anak “Menyemai Inklusi Sosial”

posted in: Buku | 0

 

(Dok. Erna-Taf)

“Saya punya keinginan! Disisa hidup saya, saya ingin memperbanyak ibadah. Mencintai anak-anak ini adalah ibadah yang indah buat saya”

Begitulah kalimat langsung dari Ibu Diah Kurniasari, Istri Bupati Garut yang juga ketua P2TP2A di Kabupaten Garut. Kisah keterlibatan beliau melindungi anak yang dilacurkan agar tetap mendapatkan hak dasarnya, dituliskan dalam buku Menyemai Inklusi Sosial. Diterbitkan The Asia Foundation dalam kerangka Program Peduli.

Ada banyak kisah keterlibatan masyarakat di berbagai kalangan dari Indonesia Tengah maupun Barat, terekam dalam buku Menyemai Inklusi Sosial ini. Cerita praktik cerdas dalam melakukan perlindungan terhadap anak yang berbasis pada masyarakat. Khususnya anak-anak yang sedang menjalani proses pidana, anak pekerja migrant maupun anak yang dilacurkan.

Tiga kisah dituturkan secara epik pada Kamis, 6 September 2018 dalam peluncuran buku Menyemai Inklusi Sosial, sebuah buku praktik cerdas perlindungan anak terpadu bebasis masyarakat. Dalam satu rangkaian tanpa jeda, kisah relawan yang mampu menembus hati anak-anak yang berada di balik jeruji besi dituturkan oleh Annisa Inayah. Menggambil bagian pesan utama dalam tulisannya yang berjudul “Melangkah Pasti”. Disusul kisah keberhasilan dua anak pekerja migrant. Yang selain mampu bangkit untuk dirinya sendiri, juga menjadi inspirasi bagi kawan-kawan senasibnya di Ledokombo, Jember, Jawa Timur yang sebagian besar orang tuanya menjadi pekerja migrant. Dalam wadah organisasi yang dinamai Tanoker, mereka sudah berkiprah di tingkat nasional maupun internasional. Kisah ini dituliskan secara runtut oleh Sisilia Velayati dalam dengan judul dari “Kader ke Leader”. Dan terakhir ditutup dengan upaya perlindungan terhadap anak yang dilacurkan, dibagian wilayah Kabupaten Garut. Upaya ini bermula dari keprihatian kelompok ibu-ibu, yang kemudian ditangkap oleh pemerintah desa dan akhirnya gaungnya disambut pemerintah kabupaten. Rekaman peristiwa ini dituliskan runut oleh Tatang dengan judul “Berdaya Bersama Dana Desa”.

Peluncuran buku trendnya dilakukan di kafe, hotel, atau gedung prestisius lainnya. Namun buku yang berisi 16 praktik cerdas ini, diluncurkan ditempat yang justru dijauhi masyarakat pada umumnya. Di Lembaga Pembinaan Khusus Anak di Bandung. Selain dibuka oleh Ibu Sri Danti Anwar (Deputi Perlindungan Anak, KPP dan PA) yang menyatakan bahwa buku ini bisa dijadikan contoh perlindungan di berbagai wilayah, secara khusus dalam pengantarnya Ibu Yohana Yembise menghapakan agar buku ini dapat mengajak semua  unsur masyarakat untuk menyelesaikan masalah kekerasan pada anak yang terjadi di masyarakat dengan berbagai isu dan situasi lokal dan menjadi inspirasi dalam menentukan kebijakan perlindungan anak.

(Veronica Purwaningsih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *