Forum Anak Desa di Kecamatan Berbah Respon Permasalahan Anak Sleman

posted in: Forum Anak | 0

Forum Anak Desa di Kecamatan Berbah Respon Permasalahan Anak
Sleman. Sebanyak 80 anak dari 4 desa (Jogotirto, Kalitirto, Sendangtirto dan Tegaltirto) kecamatan Berbah Sleman berkumpul di pendopo dan aula kecamatan Berbah dalam rangka penguatan dan pembentukan forum anak desa yang dilakukan beberapa hari lalu 16-17 Maret 2019. Kegiatan penguatan yang dilangsungkan merupakan kerjasama atas DP3AP2KB Sleman, kecamatan Sleman, Desa dan lembaga swadaya masyarakat antara lain Yayasan SAMIn, Satu Nama. LSPPA dan Lembaga Pilar.
Seperti yang diungkapkan Sumarni S.Sos Kasi PA, bahwa penguatan forum dan pembentukan forum anak merupakan realisasi dari surat edaran Dinas pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3Ap2KB) sebagai salah satu upaya untuk mewujudkan pengarusutamaan hak-hak anak dalam kehidupan di keluarga, di masyarakat dan bangsa. Selain itu amanah undang-undang perlindungan anak dan peraturan menteri pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak no.04 tahun 2011 tentang pelaksanaan kebijakan partisipasi anak dalam pembangunan.
Peserta mewakili dari perwakilan organisasi-organisasi atau kelompok yang ada di desa seperti kelompok seni tradisi, kelompok olahraga, kelompok remaja masjid, kelompok minat dan bakat serta perwakilan pelajar. Mereka berdiskusi mengenai situasi anak-anak yang ada di desanya. Problem terbanyak yang diketahui dan dirasakan anak, seperti diungkapkan oleh ketua forum anak desa Tegaltirto Najwa hafizah Asy Syifa (15) bahwa masih banyak anak mendapatkan kekerasan baik fisik maupun psikis oleh orangtuanya, anak sering dibuly oleh teman sebayanya, anak kecanduan gawai serta pernikahan anak menjadi masalah yang hingga saat ini terjadi di desa.
Dari masalah tersebut, fasilitator Yayasan Samin mengajak anak memetakan masalah tersebut, siapa yang seharusnya yang bertanggungjawab dan setelah itu peran apa yang dapat dilakukan oleh forum anak. Dengan adanya penguatan dan pembentukan forum anak desa, secara tidak langsung anak-anak yang belajar organisasi ini mampu merespon/peka terhadap masalah anak di wilayahnya, mempelajari dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan tekhnologi, anak dapat berkomunikasi dan bertinteraksi sesama anak, di forum anak dapat menciptakan kader sebagai motibator anak, dan tentunya dengan anak-anak berkumpul di organisasi anak maka kecintaakn terhadap budaya daerah semakin kuat.
“Ini pengalaman yang tidak dapat ditemukan diorganisasi manapun, di forum anak ini saya dapat belajar organisasi dengan baik. Saya diajak untuk lebih peduli pada sesama anak yang ada di desa, saya belajar menjadi pelopor dan pelapor, selain itu dengan forum anak maka anak-anak aka belajar mengenali potensi-potensi yang dapat dikembangkan,” ujar Tri Rambu Anggoro dari forum anak desa Kalitirto.
Hingga bulan Maret 2019 forum anak desa di kabupaten Sleman yang sudah dibentuk dan diberi penguatan sebanyak 48 forum anak desa. (red-Samin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *